RSS

Simbol Tanggung Jawab

03 Feb

Setiap perjalanan dalam hidup ini adalah proses. Melalui proses itu nantinya diharapkan kita mampu menjadi yang lebih matang. Pendewasaan dan pembelajaran menjadi judul dari proses perjalanan itu. Sebuah perjalanan terkadang menjadi panjang atau pun singkat tergantung dari individu itu menghendakinya. Proses pembelajaran itu bisa berlangsung satu jam, satu hari, atau bahkan bertahun. Setiap keringat yang tercecer bukan tanda lelahnya kita menjalani perjalanan itu. Keringat merupakan pengingat terhadap panjangnya proses yang harus dijalani. Sesuatu yang harus diingat adalah apa tanggung jawab yang ada dalam proses itu hingga kita mampu mencapai tujuan yang kita dan lingkungan inginkan.

Didalam proses itu sendiri terdapat tanggung jawab-tanggung jawab yang membuat kita selalu diluar zona aman. Untuk mencapai tujuan diperlukan pribadi yang matang, bukan hanya matang secara fisik maupun mental. Hal ini diperlukan untuk memastikan apa yang akan dilakukannya memang pantas dilakukan dan nantinya pantas ditiru oleh orang lain. Zona yang tidak aman disini adalah zona dimana orang dibebankan dan beban itu diharapkan mampu membuat insan tersebut lebih dewasa. Zona yang menuntut orang tersebut untuk berusaha menunjukan apa hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Orang dapat berada dalam zona itu karena mereka sendiri yang menginginkannya ataupun ditunjuk oleh lingkungan. Lingkungan menunjuknya karena orang tersebut mampu untuk berjalan di dalam zona itu. Zona itu dapat berupa jabatan ataupun pekerjaan. Sebuah tanggung jawab itulah zona yang akan membuat kita belajar tetntang pendewasaan. Beberapa anggota Pramuka Tegak/Dega memiliki kesempatan yang lebih untuk berada disana.

Simbol Pertama – Identitas

Sebelum menjadi penegak biasanya seseorang akan melewati fase penggalang yang biasanya dijalani di jenjang SMP. Namun di SMP kita tidak memiliki ekstra-kulikuler pramuka, apa mau dikata. Saat memasuki SMA/SMK kita akan mulai mengenal kata penegak dalam pramuka dan pandega saat di perguruan tinggi. Seharusnya penegak adalah jenjang untuk meraka yang berumur 15-20 tahun dan pandega adalah mereka yang berumur 21-25 tahun. Disinilah kita akan dikenalkan dengan sebuah tanggung jawab yang dimiliki oleh seluruh anggota pramuka di Indonesia.

Sebelum menjadi anggota di sebuah Ambalan atau Racana kita masih berstatus tamu atau calon anggota. Saat menghadiri upcara pramuka biasanya mereka hanya akan mengenakan seragam coklat untuk atasan dan bawahan. Belum ada atribut seperti kacu merah putih ataupun lainnya. Kemudian mereka akan menjalani sebuah proses di gugus depan masing-masing. Hingga dirasa pantas, maka dilaksanakanlah upacara penerimaan anggota baru. Upacara ini berjalan sesuai adat yang dimiliki Ambalan atau Racana. Upacara ini tampaknya menjadi sebuah kepantasan untuk calon anggotanya untuk mengemban sebuah tanggung jawab pertama mereka. Tanggung jawab yang begitu besar kepada bangsa ini. Sebuah kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila. Sejak dilantiknya mereka menjadi anggota pramuka penegak atau pandega, saat mengikuti upacara pramuka biasanya mereka sudah memakai simbol tanggung jawab pertama, Merah Putih.

Simbol Kedua – Perjalanan

Tugas-tugas pun dimulai. Kesalahan dan keberhasilan akan dicapai. Tanggung jawab mulai menantang untuk diselesaikan. Saat itu akan ada yang menilai kita. Melihat keberhasilan kita didalam menyelesaikan tugas-tugas. Gugus depan akan menjadi tempat untuk melakukan itu semua. Disanalah kita bisa bercermin apa yang mampu kita lakukan.

Pendamping kiri dan kanan pun menyatakan kesiapan kita untuk menerima yang kedua. Di depan sang Merah Putih dan disaksikan oleh sang pembina terucaplah tiga janji yang akan selalu diingat maknanya. Janji itu akan membuat diri kita menjadi setingkat lebih bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diemban bukanlah sebuah tanggung jawab yang dijankan bersama orang lain. Kewajiban ini hanya dijalankan oleh orang yang dengan gagah beraninya menyematkan simbol kedua di pundak kiri dan kanannya. Simbol ini diharapkan akan selalu mengingatkan kita siapakah pribadi ini. Bagaimana sikap dan watak dari penggunanya adalah cerminan bagaiamana kita membawa tanggung jawab, apakah sebagai ajudan atau laksana. Simbol yang sebenaranya pemberat dalam perilaku karena simbol ini adalah sebuah pembuktian dari kemampuan yang kita miliki.

Simbol Ketiga – Sebuah Awal

Lalu bagaimana selanjutnya? Pertanyaan ini sepertinya sering kita tanyakan pada diri sendiri. Disaat kita telah memiliki bukti dari apa yang kita bisa lakukan terkadang kita akan binggung, kemanakah arah perjalanan proses pembelajaran ini. Seperti halnya seorang siswa SMA yang telah tamat dari sekolah unggulan akan bingung kemana harus melanjutkan kuliah, atau malah binggung akan kelanjutan studinya karena sudah jenuh dengan belajar. Sebenarnya apa yang harus dilakukan saat-saat seperti itu adalah menunjukkan apa yang kita bisa. Jika kita mampu menunjukkan bahwa kita lulusan sekolah unggulan, tunjukkan. Maka sebuah jalan kesuksesan akan terlihat. Begitupun bila kita yakin dengan apa yang kita bisa, maka tanggung  jawab berikutnya akan datang untuk menantang kita. Ingatlah bahwa proses pembelajaran dan pendewasaan ini sangat panjang. Diamlah pada zona aman bila ingin memutus proses itu. Zona tidak nyaman hanya akan mendatangi orang-orang yang dianggap mampu untuk mengerti bagaimana proses belajar.

Tentu kita pernah mendengar sebuah kalimat bijak. Jangan pernah menyebut diri kita mampu, biarkan orang lain menilai. Tugas kita saat melaksanakan kalimat itu hanyalah selalu berusaha menunjukan yang terbaik yang kita bisa lakukan. Saat kita dilihat mampu melakukan sesuatu maka mereka akan memberikan kepercayaan pada kita untuk melakukan tugas itu. Singkatnya, karena kita dilihat mampu maka kita dipercaya. Ketika kita dipercaya itulah maka simbol tanggung jawab yang ketiga itu akan datang.

Sebuah roda kemudi akan diberikan pada mereka yang dipercaya. Pemaknaan simbol pertama lebih kepada bagaimana kita menentukan identitas kita. Simbol kedua menjadi bukti bagaimana setengah perjalanan proses pendewasaan kita karena kita mampu membawa diri kita sendiri. Saat kita mampu telah mampu menentukan arah sendiri, saat itulah kita akan memilki tugas baru untuk memberikan arahan baru bagi orang lain atau kelompok. Sebuah roda kemudi adalah simbol selanjutnya.

Dengan dikukuhkan dan disematkannya simbol ketiga ini tampaknya akan menjadi sebuah awal dari lembaran-lembaran proses hidup. Dengan keberanian mengenakan simbol ini akan menjaga selalu pola pikir kita kalau tanggung jawab kita hari ini tidah hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kepentingan yang lebih besar. Kepentingan yang membutuhkan pengabdian dan idealisme yang tinggi. Nantinya orang dengan simol ketiga ini akan menemukan titik nadir kejenuhan. Sebuah titik yang akan melupakan siapa kita dan kepada siapa kita bertanggung jawab sebenarnya. Jika saat itu tiba, yang kita harus pahami adalah ini sebuah awal untuk belajar melayani. Bagaimana kita dengan kemampuan yang kita miliki—simbol kedua—mampu menunjukan pengabdian kepada sesuatu yang telah membuat kita berdiri tegak hari ini. Tegaknya kita berdiri hari ini akan terus mengingatkan kita kalau sebenarnya kita bukan siapa-siapa tanpa tanggung jawab.

Tulisan ini saya buat sebagai refleksi perjalanan panjang di Gerakan Pramuka. Bukan sebuah akhir, melainkan sebuah awal. Saat kita menutup lembaran terakhir, jangan pernah ragu untuk membuka lembaran yang baru.

Tanggung Jawab

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2011 in Jejak selangkah

 

Tag:

3 responses to “Simbol Tanggung Jawab

  1. Krisnayana

    3 Februari 2011 at 14:56

    mantap banged,,,, saya terharu dan bangga,, inilah maksud dan cita2 seorang Penegak/Pandega,,, great job nom,,,

     
    • anomnurcahyadi

      7 Februari 2011 at 10:35

      Trims K’Kris….
      Semoga dengan tulisan ini mampu menunjukkan tujuan gerakan pramuka yang sesungguhnya….

       
  2. afla

    30 Oktober 2011 at 02:38

    ternyata dunia pramuka itu indah yach<<<<<>>> semangat yach para pembina** bimbing kami ke arah yang menuju kedewasaan <<<<,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: