RSS

Gangguan Kepribadian

09 Mar

Kepribadian di definisikan sebagai sesuatu yang begitu unik yang dimilki manusia berupa sifat totalitas emosional dan perilaku yang menandai kehidupan seseorang dari hari-kehari dalam kondisi yang biasa. Emosi ini relatif stabil dan dapat diramalkan. Kepribadian terbentuk mulai fase-fase perkembangan. Bila fase-fase tersebut dapat dilewati secara baik dan memuaskan (tidak mengalami truma) maka akan terbentuk kepribadian yang normal/matang. Kepribadian matang berarti dapat bekerja/melaksanakan tugas dengan baik, mempunyai teman, mengisi waktu luang untuk kesenangan dan pandangan luas.

Stress adalah suatu kondisi yang memerlukan penyesuaian yang baru, untuk kembali mencapai keseimbangan. Stress penting bagi kehidupan, dapat memotivasi seseorang untuk berkembang (eutres), distress, stress yang dialami cukup besar melewati ambang stress sehingga timbul gangguan.

Seseorang dikatakan menderita gangguan kepribadian bila terdapat pola menetap dari pemahaman diri dan kebiasaan yang menyimpang dari budaya setempat, tidak fleksibel, maladaptif, mulai usia remaja atau dewasa awal, dan menimbulkan gangguan fungsional bermakna pada seseorang maupun pada lingkungannya. Gangguan ini dapat ditegakkan diagnosisnya dengan DSM-IV-TR.

Menurut DSM-IV, aksis II, gangguan kepribadian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok A terdiri dari gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal. Pada kelompok ini pasien cenderung menunjukkan perilaku eksentrik dan tampak aneh. Kelompok B teridiri dari gangguan kepribadian antisosial, borderline (ambang batas), histrionik, dan narsistik. Pada kelompok ini pasien cenderung sering tam0pak dramatik, emosional, dan tidak menentu. Sedangkan pada kelompok C terdiri gangguan kepribadian avoidant (menjauh), dependen (tergantung), dan NOS (tidak spesifik). Gambaran umum dari gangguan ini pasien sering tampak cemas atau ketakutan.

Penyebab atau etiologi penyakit ini dapat berasal dari faktor genetika, tempramental, biologis, dan psikoanalitik. Bila melihat dari genetika, dinyatakan untuk anak yang berasal dari keluarga skizoprenia maka akan terjadi ganggua kepribadian skizotipal. Jika orang tuanya merupakan penyalahgunaan alkohol maka anaknya cenderung gangguan kepribadian anti-sosial. Anak dengan gangguan kepribadian borderline berasal dari keluarga yang depresi atau mengalami gangguan mood. Keluarga yang mengalami gangguan somatisasi cenderung anaknya gangguan kepribadian hiterionik. Bila orang tuanya sering mencemaskan anaknya sewaktu kecil, anak tersebut cenderung gangguan kepribadian avoidant. Gangguan obsesi-kompulsif ditemukan dengan orang tua dengan beberapa tanda depresi.

Faktor tempramental juga memegang peranan dalam mencetuskan gangguan kepribadian. Bila seorang anak dibesarkan dengan rasa ketakutan yang diciptakan oleh lingkungan, dewasanya akan menderita gangguan kepribadian avoidant. Cedera otak minimal pada masa anak akibat trauma atau digoyang-goyang akan menyebabkan gangguan kepribadian anti-sosial. Lingkungan pencemas yang dibuat pengasuh dapat lebih mudah membuat gangguan kepribadian dibandingkan oleh ibu yang tenang.

Pada faktor biologi didapatkan faktor hormon dan neurotransmiter berpengaruh untuk terjadinya gangguan kepribadian. Seperti pada primata dengan peningkatan hormon 17-estradiol, testoteron, dan estron akan lebih agresif. Hasil abnormal pada dexametasone supresion test (DST) ditemukan pada gangguan kepribadian borderline dengan gangguan depresi. Mono Amino Oksidase (MAO) trombosit yang rendah pada mahasiswa menunjukkan memiliki aktivitas sosial yang lebih, demikian juga pada beberapa pasien skizotipal. Sedangkan pada neurotransmiter didapat bahwa endorpin sebenarnya sama dengan morpin eksogen. Endorpin ini berhubungan dengan flegmetik pasif. Sistem dopaminergik dan serotogenik juga memainkan peran dengan aktivasi 5-HIAA. Metabolisme serotonin rendah pada pasien impulsif.

Faktor psikoanalitik dapat dilihat menurut pendapat para ahli. Sigmund Freud menyatakan sifat kepribadian berhubungan dengan fiksasi pada salah satu fase perkembangan psikososial. Wilhelm Reich menyebutkan “character armor”, defensif karakteristik pengaruh yang luas pada pemahaman kotemporer tentang kepribadian dan gangguan kepribadian. Faktor psikoanalitik melihat sebuah gangguan kepribadian merupakan psikodinamika yang merupakan mekanisme pertahanan karakteristik seseorang untuk melawan stresor. Contohnya gangguan kepribadian paranoid biasanya dengan defans mekanism proyeksi.

Mekanisme pertahanan diri merupakan proses mental bawah sadar. Disana terdapat ego untuk memecahkan konflik diantara empat pedoman kehidupan: insting (harapan/kebutuhan), kenyataab (realitas), kepentingan. dan kesadaran. Fantasi merupakan sifat eksentrik, kesepian, skizoid, dan memiliki teman hayalan yang banyak. Disosiasi berbentuk penyangkalan afek yang tidak menyenangkan menjadi afek yang menyenangkan. Isolasi berupa sikap terkendali dan disiplin, sering kali di cap kepribadian obsesif-konvulsif, berprilaku sosial resmi, dan keras kepala. Proyeksi seperti menghubungkan perasaan diri mereka sendiri yang tidak dinyatakan pada diri orang lain, sering mencari kesalahan, dan sulit menerima kritik. Spliting (pembelahan); memiliki sifat membagi secara ambivalen orang-orang baik masa lalu dan sekarang ini, menjadi orang yang sepenuhnya baik dan sepenuhnya jahat. Acting out (memerankan), ekspresi langsung harapan atau konflik yang tidak disadari melalui tindakan untuk menghindari menjadi gagasan atau efek yang disadari yang menyertainya; contohnya tantrum, penyiksaan tanpa motivasi penyiksaan anak, promiskuitas tanpa kenikamatan yang dilakukan tampak tidak disertai rasa bersalah. Proyektif identifikasi; pertahanan ini biasanya digunakan pada kepribadian ambang.

Gejala-gejala gangguan kepribadian:

  1. Gangguan kepribadian Paranoid. Kecurigaan , cemburu patologis. Tidak percaya pada orang lain (jangka lama). Menolak tanggung jawab dengan memberikan pada orang lain. Bermusuhan, mudah tersinggung, fanatik. Selalu merasa ketidakadilan. Orangnya tampak aneh. Mekanisme pertahanan yang dipakai adalah proyeksi, denial, dan rasionalisasi.
  2. Gangguan kepribadian Skizoid. Rasio laki : wanita adalah 2 : 1. Penarikan sosial, tidak nyaman berinteraksi sosial. Sifat introvert, afek lemah lembut, terbatas. Eksentrik, terisolasi dan kesepian. Mekanisme pertahanan yang dipakai adalah pervasive.
  3. Gangguan kepribadian skizotipal. Biasanya berasal dari keluarga Skizoprenia. Memiliki gagasan aneh, pikiran magis, ide paranoid. Afek tidak sesuai, terbatas. Penampilan aneh/eksentris. Tidak memiliki teman, keluarga dekat saja. Mekanisme pertahanan yang ditemukan adalah splitting (pembelahan) dan isolasi afek.
  4. Gangguan kepribadian anti-sosial. Pada ICD–10 gangguan ini disebut dissosial. Melakukan tindakan kriminal terus- menerus tetapi bukan kriminalitas. Tidak mampu memenuhi norma sosial pada masa remaja. Berbohong, impulsif, iritable, dan agresif. Berhubungan dengan sadomasokisme, narsism, dan depresi.
  5. Gangguan kepribadian borderline. Merupakan  gangguan antara neurotik & psikotik. Pada ICD-10 dimasukan gangguan kepribadiab emosi tidak stabil yaitu skizoprenia pseudoneurotik.  Membahayakan diri sendiri dan berlangsung singkat. Ketidakstabilan pada afek, mood, perilaku, hubungan objek dan citra diri. Impulsivitas; belanja,seks,pesta, penyalahgunaan zat, ancaman perilaku bunuh diri, mutilasi diri yg berulang, sulit mengendalikan marah, perasaan kosong kronik. Mekanisme pertahanan yang ditemukan adalah splitting (pembelahan), identifikasi proyeksi, dan ketakutan untuk ditinggalkan.
  6. Gangguan kepribadian narsisistik. Sifat perasaan melambung sehingga menjadi superior tanpa ada usaha. Keberhasilan, kekuatan, kecantikan, cinta ideal, yakin ia adalah khusus unik, dapat dimengerti oleh institusi khusus dan orang dgn status yang tinggi. Memilki kebanggan terhadap diri sendiri dan tidak ada empati.
  7. Gangguan kepribadian histerionik. Perilaku bermacam-macam, dramatik. Ekstrovert, emosional, elasi. Penampilan flamboyan. Tidak mampu mempertahankan perlekatan yg mendalam, mudah dipengaruhi orang lain. Harus selalu menjadi pusat perhatian (mengutamakan daya tarik fisik). Hampir sama dengan borderline namun berlangsung lebih lama periodenya untuk histerionik.
  8. Gangguan kepribadian avoidant. Cemas berlebihan terhdp situasi sosial. Penarikan diri dan aktifitas sosial yg rendah alasan keamanan. Tidak senang dikritik. Memandang diri rendah, tdk mampu, tdk menarik aneh secara sosial.
  9. Gangguan kepribadian dependen. Sulit mengambil keputusan sehari-hari. Kebutuhan sendiri dibawah kebutuhan orang lain. Tidak percaya diri, tdk nyaman bila berada seorang diri. Tdk bertanggung jawab. Tdk mampu mengurus diri sendiri.
  10. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Terpaku pada aturan, perfeksionis dan terkoordinasi. Sulit beradaptasi atau harus mengikuti rencananya. Sulit mengambil keputusan
  11. Gangguan kepribadian yang tidak ditentukan. (NOS; not otherwise specfied). Spektrum sempit oposisionalisme, sadisme, masokisme. Gejala-gelaja gangguan kepribadian tdk memenuhi kriteria lengkap. Gangguan kepribadian Pasif agresif, defresif dan sadomakistik (sss).

Sadisme (marquis de sade) abad ke-18.Kenikmatan seksual saat menyiksa orang lain. (fisik/seksual/psikis).Freud menyatakan bahwa sadisme adalah kecemasan kastrasi apa yg ditakuti terjadi pd dirinya mampu dilakukan pd orang lain

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2011 in Kedokteran

 

Tag:

2 responses to “Gangguan Kepribadian

  1. andri

    12 Juni 2011 at 15:41

    Dh, Pak Nurcahyadi
    tulisan artikelnya bermanfaat sekali.
    mohon ijin share tulisan-tulisan artikel dari Bapak, ke rekan-rekan lain, bilamana diijinkan.
    mohon maaf bila tidak diperkenankan. terima kasih

    hormat saya,
    andri

     
    • anomnurcahyadi

      14 Juni 2011 at 15:40

      Saya masih mahasiswa, Heheheh…
      Silahkan saja. asal tidak digunakan untuk hal yang melanggar hukum. Apa yang saya buat hanya merupakan catatan kuliah. Semoga berguna….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: