RSS

Dan saat ini perasaan ku sedang sedih…

27 Agu

Namaku Anom dan aku masih manusia. Yah benar, namaku hari ini dan untuk selamanya adalah Anom. Suatu keyakinan yang sama saat aku meyakini adanya Tuhan. Agak berlebihan mungkin, namun itu yang aku pikir suatu yang kekal yang ada di otak dan perasaan ku. Otak dan perasaan; dua hal yang pikir tidak mampu disamakan begitu saja. Otak diwakili pikiran yang berproses dengan akal sehat yang selalu mengedepankan fakta dan tidak akan menyesal jika terjadi kesalahan karena pasti ada jawaban yang logis untuk dijadikan kambing hitam. Perasaan tampaknya terkadang menjadi rival yang terlalu sering tidak bisa dibandingkan dengan otak. Saat perasaan ini menjadi “biru” tampaknya otak akan bekerja dan mengatakan ini ulah sistem amigdala; sistem yang mengatur emosional manusia. Mudah bagi otak untuk menunjuk kambing hitam. Tapi bagaimana dengan perasaan itu sendiri? Ia tidak pernah mengerti mengapa seminggu yang lalu begitu gembira, namun sejak kemarin perlahan mulai rapuh. Sore ini tampaknya perasaan itu terjatuh dalam sebuah lubang yang jauh dalam dan akhirnya terdengar suara “krakkk”. Tampaknya agak klise jika harus diungkapkan dengan kata hancur berkeping-keping. Tapi otakku masih berusaha menenangkan dengan berkata, namaku Anom, aku masih manusia, dan saat ini perasaan ku sedang sedih.

***

Greeettt… Greeettt… Getaran dari HP ku mengangetkanku saat sedang asyik mempersiapkan diri untuk ujian. Saat itu aku sedang berada di sebuah perpustakaan yang penghuninya hanya tinggal bertiga. Terdengar seperti kutu buku, namun itulah rutinitas yang biasa aku lakukan bersama seorang temanku. Tentunya karena menghormati fungsi perpustakaan, maka aku keluar untuk menerima telepon. Dalam perjalanan aku berpikir siapa yang menghubungi dan untuk keperluan apa. Saat ku lihat, nama itu… Sebuah perasaan muncul saat itu. Sepertinya sistem amigdala ku sedang iseng memainkan emosiku.

Satu menit, dua menit, sepuluh menit, hingga lima belas menit. Winking smile Layaknya seorang pembalap yang dengan tenang menanti kesempatan untuk melakukan manuver; akhirnya datang juga. Mungkin ini sikap dasar manusia. Walau diseberang telepon sana dia sedang kesedihan karena orang “terdekatnya” mendeklarasikan untuk “menjauhinya”, aku malah senang bukan main. Yah, itulah manusia. Tentu saja otak ini berkata, aku manusia dan pantas untuk gembira…

***

Sungguh mudahnya perasaan ini menjadi senang. Sama saat kita merasakan kesedihan. Begitu cepat, hingga kita tidak menyadarinya bahwa kesediahan itu sebenarnya telah mengintai sejak lama. Saat mengingat kisah Stoner, sebelum tenar ia dijuluki “crashy Stoner”, tampaknya aku bukan itu. Sebenarnya aku memiliki lintasan sendiri. Lintasan yang hanya aku yang berpacu disana. Sebuah tujuan yang aku sadari saat itu terlalu manis untuk aku sebut tujuan. Ya, terlalu manis. Sifat ku yang menggantungkan keinginan yang besar pada sesuatu yang belum pasti aku raih tampaknya kembali mengajariku tentang hidup. Membayangkan hal yang diinginkan begitu dalam. Merasakan hal itu begitu dekat dalam genggaman tangan, merasakan hal itu perlahan namun pasti menjadi milik kita. Berpikir seolah-olah tujuan itu sedang berada di sisi kita, berdampingan. Tampa ada ketakutan akan hilangnya tujuan itu. Tampaknya aku akan mendapatkan gelar Ph.D setelah bagian ini. Penemuan yang membuatku sadar, “the screet” hanyalah sebuah buku. Kita boleh merasakan apa yang kita inginkan berada dalam genggaman kita, namun siapkan rencana untuk memutar bila kau terlalu tinggi diterbangkan oleh keinginan itu karena jika jatuh maka akan sangat sakit. Simoncelli tampaknya kemarin belum menemukan itu. Saat menemukan kesempatan untuk menyalip, bersabar dan siapkan strategi, bukan dengan gila masuk ke jalur orang lain dan tidak pernah berpikir ke depan. Dan saat jatuh, pasti sedih.

***

Dan akhirnya kebodohan yang membuatku sedih.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Agustus 2011 in Guratan Kisah

 

Tag:

One response to “Dan saat ini perasaan ku sedang sedih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: