RSS

Sekelumit

05 Okt

Entah apa yang dirasa, namun terasa aneh dalam benak ku. Bukan yang terasa beberapa saat yang lalu. Dengan pandangan sempit mulai menakar beberapa keindahan yang kulihat. Dengan pandangan luas mulai menutup dengan menyatakan itu hanya harapan palsu yang menjadi kenyataan. Menyadari semua itu kesalahan, namun apa daya saat perasaan ini meminta lebih. Tak berdaya saat pikiran melayang begitu tinggi namun terjatuh akibat kaki yang tidak pernah meninggalkan tanah. Berusaha menyatakan semua ini sebagai bagian dari jalan hidup, namun gagal membuatnya sebagai hal yang indah yang dibuatnya. Suatu hal yang naif.

Bagian demi bagian dari puzzel ini tampaknya terlalu kabur. Melihat kedepan tampaknya menjadi solusi jangka panjang. Langkah yang pasti tampaknya menjadi solusi jangka pendek. Namun walau raga mulai berjalan, pikiran masi mengendap di titik awal, tidak berubah. Mulai dalam tiap langkah yang kita ambil akan mengambil secuil tanah yang membekas di kaki kita. Dan selalu akan mengotori langkah ku…

Berpikir hidup ini tidaklah sendiri. Awal yang sulit memang. Namun tetap aku perlu tempat setelah jatuh. Perasaan memang tidak menentu. Antara masa ini yang begitu aneh dengan masa lalu yang kembali terpikirkan. Sebuah komposisi yang cukup menarik bila ingin bersedih.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Oktober 2011 in Guratan Kisah

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: