RSS

Ada Apa Antara Aku dan Pramuka?

09 Des

Manusia diciptakan dengan dua sifat dasar yaitu sebagai mahluk individu dan sosial. Seorang individu tidak akan pernah bisa lari dari hukum alam tersebut selama ia masih terikat. Sifat individu mendasari ego seseorang sebagai mahluk hidup. Usaha bertahan hidup dan mencari kematian adalah contoh menarik dari sifat ini. Hal ini begitu menarik bila kita berada di dalam kelas psikologi. Sesuatu yang lebih besar ternyata tersimpan dengan apik, namun secara tersirat. Hal ini membuat tidak semua orang mampu melihat semua itu sebagai suatu bagian dari sebab akibat dari hukum alam yang terlalu besar untuk dijelaskan disini. Sifat individu yang dimiliki akan memberikan warna pada apa yang kita lakukan sehari-harinya. Sebenarnya apa yang membentuk keindividuan itu? Jawaban yang paling tepat yang saya dapatkan setelah menyelesaikan pendidikan di bagian Kedokteran jiwa adalah psikodinamika. Tulisan ini tidak akan menjelaskan tentang materi psikodinamika itu, namun bercerita lebih banyak pada krisis dan solusi yang tercipta pada kehidupan penulis sehingga berdampak suatu usaha yang sebenarnya bersifat individu, namun berharap memberi makna lebih dari sisi sosial.

Suatu waktu kita harus memilih jalan mana yang akan diambil untuk melanjutkan kehidupan ini lebih berarti. Saat krisis itu datang tidak jarang kita harus meninggalkan sesuatu yang begitu berarti atau memberi arti lebih pada hidup ini. Melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran menjadi alasan terkuat untuk meninggalkan dunia Pramuka saat itu. Sungguh berat sebenarnya. Bukan sebuah tempat yang nyaman sebenarnya yang harus ditinggalkan. Hanya saja begitu banyak cerita yang membentuk kepribadian ini. Seorang pembina yang begitu fanatik dengan Badden Powel sering mengatakan,

‘tinggalkan tempat ini lebih baik dari sebelum kamu datang’.

Saat itu tidak ada bisa diberikan saat meninggalkannya. Sesuatu yang teringat betul adalah begitu banyak yang didapat di tempat itu. Diri ini meninggalkan tempat itu dengan sesuatu yang baik sebelum diri ini datang kesana, harus ku yakini.

Menjadi Penegak Laksana adalah sesuatu yang begitu membagakan. Laksana berarti mampu bediri sendiri untuk melakukan sssuatu dengan baik dan bertanggung jawab. Apak benar saya telah pantas itu? tidak pernah bisa terjawab dengan penuh keyakinan. Sebuah tamparan akan saya ingat untuk memastikan saya mampu membawa beban yang begitu berat yang saya taruh sendiri di pundak. Saat itu tidak ada yang saya berikan untuk pramuka.

Menjadi Dewan Kerja Cabang adalah cerita lain dari bagian kecil ini. Tempat yang begitu membuat saya memiliki ruang untuk berpikir siapa sebenarnya saya. Salah dan benar terkadang dikaburkan oleh apa yang disebut dinamika kehidupan. Dinamika organisasi menjadi cerminan tentang bagaimana sebenarnya hidup. Menentang orang dewasa merupa proses pembelajaran, namun saat tahu kita salah maka harus dengan keberanian dan ketulusan mengakui kita harus belajar sesuatu yang begitu sulit, kehidupan. Orang-orang yang sebaya dan lebih tua, namun saya panggil ‘kakak’, menjadi panutan. Masa-masa sulit dalam hidup terutama masalah hilangnya tokoh panutan dalam kehidupan karena meninggal, cukup membuat tersenyum karena ada mereka. Walau pada akhirnya salah satu dari mereka harus saya temui di ruang Forensik saat saya melanjutkan pendidikan dokter. Saat bertanya apa yang saya berikan, saya hanya menjawab dalam hati. Tidak ada kata yang mampu saya katakan selain terima kasih. Pergi dalam keadaan penuh dengan pengalaman yang begitu berarti tanpa memberikan sesuatu sangat sulit terasa di dada ini.

Govindra Metriya, Bahari, Dianpinsat, Raimuna, Pertikari, dan Jambore menjadi cerita yang begitu panjang untuk diceritakan. Tidak mungkin menceritakan bagaimana saat terjerumus pramuka di SMA N 4 dengan akal daya Dewa Cakrabuana dan sahabatnya PG, saat ini masih kuragukan batasan hubungan mereka. Perasaan bangga saat menginjakkan kaki di KRI yang sandar di Benoa. Menjadi sangga kerja dan belajar dari orang-orang yang luar biasa adalah sesuatu yang sungguh indah. Memiliki kesempatan untuk melihat saudara-saudara dari sabang sampai merauke adalah begitu berharga yang bisa ceritakan tentang besarnya bangsa Indonesia ini. Sampai disana tidak ada yang bisa saya berikan.

Menyelesaikan pendidikan adalah sesuatu yang luar biasa bagi insan yang mempunyai kesempatan duduk di bangku kuliah. Hari ini saya belum wisuda, jadi belum selesai benar. Kebahagian tertinggi yang saya miliki adalah apa yang saya dapatkan dari proses pendidikan kedokteran mampu dibagikan kepada yang memerlukan. Hal ini yang menjadi alat utama saya untuk menjawab kata-kata yang diberikan oleh pembina itu. Pengetahuan kegawatdaruratan yang saya miliki, walau tidak seberapa, rasa-rasanya hal yang bisa saya bagikan saat ini. Kejadian yang begitu sedih untuk diingat adalah saat mendapati seorang panutan terbujur kaku dengan scarf merah putih ada di lehernya. Keinginan agar semua orang yang mereka sebut dirinya pramuka tahu apa yang harus dilakukan saat melihat sesorang tak berdaya terkena kecelakaan. Hal ini terasa begitu menggebu-gebu terlebih sebelum itu kami berkeinginan melakukan. Membuat seluruh pramuka tahu mengenai Bantuan Hidup Dasar. Mungkin ini yang bisa berikan.

Sungguh individu sekali sebenarnya apa yang ingin saya lakukan. Sifat keindividuan yang belum mampu melihat apakah sebenarnya ini yang dibutuhkan Pramuka. Apakah mereka akan mau menerima ucapan terima kasih dari saya karena telah membentuk pribadi yang cukup matang saat ini.

Semoga tulisan ini mampu mewakili apa yang saya dapat dan saya berikan untuk pramuka. Walau seragam pramuka tersimpan rapi di lemari dan kacu dan baret telah pergi entah kemana, keinginan untuk berterima kasih ini dapat terlaksana.

BHD Jambore

I Putu Anom Nurcahyadi, S.Ked.

Di depan laptop yang telah vegetatif, 312190

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Desember 2013 in Guratan Kisah

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: