RSS

Kaki tak terayun, tak perlulah mulut berbuih

13 Jul
Kaki tak terayun, tak perlulah mulut berbuih

Butuh banyak org yg berpikir seperti ini. Terlebih bergerak untuk menyelesaikan, bukan dengan mulut.

the change strategist

Mengayunkan kaki dan mengangkat tangan memang lebih menghabiskan energi ketimbang membuka mulut. Saya pikir inilah mengapa sehari-hari kita lebih mudah berpolemik dan beradu kata, daripada beradu langkah menyelesaikan masalah.

Coba lihat dalam sebulan terakhir, kita melihat media massa dan media sosial dipenuhi dengan polemik kata-kata. Setidaknya ada tiga yang saya catat, yaitu kampanye hitam pra pilpres, hitung cepat hasil pilpres dan konflik Gaza-Israel. Ketiganya adalah masalah riil, saya setuju. Tanpa ragu. Bahkan, saya sepakat ketiganya adalah masalah-masalah besar yang kita tidak semestinya menutup mata dan menganggap tidak ada.

Polemik kampanye hitam berputar soal diri masing-masing capres, yang asal muasalnya adalah semangat menyediakan informasi bagi publik sebelum memilih. Namun, seiring berjalan, malah menjadi polemik yang ruwet sekali, sehingga terjadi polarisasi emosional antar kedua kelompok pedukung capres, dan kelompok ketiga yang menyatakan tidak memilih keduanya tapi turut bikin keruh juga.

Lihat pos aslinya 414 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Juli 2014 in Jejak selangkah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: